Sriwedari, 10 juli 2026 – Semangat untuk mendorong digitalisasi UMKM di Desa Sriwedari terus berlanjut. Usai sukses menggelar edukasi mengenai pentingnya digitalisasi ekonomi, Tim 2 KKN UINSA Kelompok 08 kini memasuki tahap eksekusi program. Para mahasiswa terjun langsung ke lapangan melalui metode door-to-door untuk memberikan pendampingan intensif bagi pelaku usaha yang telah terdata.
Kegiatan tindak lanjut ini dimulai dengan pembentukan grup WhatsApp (WA) yang mewadahi seluruh pelaku UMKM di desa. Grup ini berfungsi sebagai sarana koordinasi cepat antara mahasiswa dan pelaku usaha dalam proses digitalisasi.
Pendampingan Personal Sesuai Kebutuhan UMKM
Mahasiswa KKN UINSA Kelompok 08 menyadari bahwa setiap pelaku UMKM memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah pelaku usaha untuk membedah kendala dan kebutuhan teknis masing-masing berdasarkan data yang telah diisi pada formulir edukasi sebelumnya.
Beberapa bentuk pendampingan yang diberikan meliputi:
1. Pembuatan Konten & Desain: Pembuatan poster promosi dan desain banner untuk meningkatkan daya tarik produk.
2. Branding & Kemasan: Pembuatan stiker kemasan agar produk terlihat lebih profesional.
3. E-Commerce & Administrasi: Bantuan pembuatan WhatsApp Business dan E-Katalog.
4. Legalitas: Pendampingan dalam proses pengurusan sertifikasi halal.
5. Dokumentasi: Pengambilan foto produk secara langsung di lokasi untuk kebutuhan konten promosi digital.
Respons Positif dari Pelaku Usaha
Upaya jemput bola yang dilakukan para mahasiswa mendapatkan apresiasi hangat dari warga. Banyak pelaku UMKM yang mengaku terbantu karena kini mereka memiliki gambaran lebih jelas mengenai cara mempromosikan produk secara online.
"Kami sangat senang dengan adanya digitalisasi UMKM ini karena sangat membantu dalam mempromosikan produk kami. Selain itu, kami merasa dihargai karena baru kali ini ada mahasiswa KKN yang mau mendatangi kami langsung ke rumah-rumah," ungkap salah satu pelaku UMKM dengan antusias.
Mengatasi Keterbatasan Literasi Digital
Meskipun program ini disambut positif, tim KKN sempat menemui kendala di lapangan, yakni keterbatasan warga dalam mengoperasikan smartphone serta mengelola media sosial. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi dengan pendekatan personal di mana mahasiswa membantu membimbing pelaku UMKM secara langsung hingga mereka bisa mengoperasikan akun bisnisnya sendiri.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh perangkat Desa Sriwedari. Pihak desa memberikan akses data UMKM yang memudahkan koordinasi serta terus memberikan motivasi kepada warga untuk berani "Go Digital" di era ekonomi modern. Dengan sinergi yang kuat antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku usaha, diharapkan UMKM di Desa Sriwedari dapat bersaing lebih luas di pasar digital.